HANYA ALLAH

kita manusia tidak pernah tahu
apa yang akan terjadi esok

Selasa, 01 September 2009

RAJA YANG KEMBALI DI PENTASKAN

Sebagai koordinator buka bersama, Andi Mukli bertekad untuk mementaskan naskah 'RAJA YANG' sebuah reportoar yang pernah di garap penulisnya sendiri di tahun 1976 di acara parade teater Medan di gedung utama aman Budaya Sumatera Utara.

Raja Yang adalah naskah yg sarat dengan berbagai kritikan terhadap kehidupan manusia di dunia. Raja Yang ada seorang manusia biasa yang memiliki pengaruh an kuasa di zamannya. Raja Yang adalah gambaran satir para penguasa di sebuah zaman. Ke zoliman menjadi sesuatu yang di halalkan.

Naskah yang berdurasi sekitar dua jam lebih itu juga dipentaskan pada acara pembukaan temu sastrawan sumatera utara di tempat yang sama. Raja Yang yang diperankan oleh Buoy Hardjo (alm), Amran SD, Nasir Lubis, dan D.Rifai Harahap, benar-benar berhasil membuat penonton terpukau menyaksikan sandiwara kontemporer Raja yang.

Kini setelah sekian lama, dapatkah Raja Yang di ujutkan oleh para generasi muda era tahun 2000-an?

Adakah sosok Edi Tono yang mampu bermain akrobat saat memetik gitar dan melantunkan lagu yang ia ciptakan sendiri di era 2000-an?

Kita tunggu kerja mereka, disaat senja datang menyapa D.Rifai Harahap yang kini telah berusia 65 tahun. Mampukah mereka?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar