Menampilkan komidi agak gampang-gampang susah. Namun mahasiswa IAIN Sumatera Utara behail juga mengocok peru pemirsa saat tampil di layar kaca TV Sumut pada tangga 25 Juni 2009 lalu. Ani, rina, Ridho, Teguh dan Ardi berhasil membuat pemirsa ang ada di rumah masing-masing terpingkel-pingkel melihat aksi mereka.
Pak Kosim yg sering mangkal di warun Cik Ela ternyata tiap ngopi selalu ngebon. Begitu juga Sulek, pemuda yg kerja serabutan. Karena kedainya banyak yg ngebon, Cik Ela tentu bingung karen modal terus menipis, sementara yang ngebon selalu nunggak. Begitu Pak Kosim kebagian BLT, Cik Ela protes. Kenapa bukan Cik ela yang mendapat tunjangan langsung tunai itu. Kenapa harus Pak Kosim. Padahal Pak Kosim hidupnya berkecukupan. Tapi begitulah selalu. Yang seharusnya pantas mendapat BLT, selalu diabaikan oleh petugas, terutama Kepling yg lebih tahu warganya yang mana pantas untuk mendapatkan BLT.
Beitulah. Komidi pendek itu`berahir dengan ancaman Cik ela, bla ak Kosim mencairkan blt-na, semua hutang-hutangnya harus di bayar konan, kalau tidak, Cik Ela mengancam akan menyuruh pak Kosim dan Sulek untuk mengerjakan tanah kosongnya untuk ditanami ubi, jagung dan cabai sebagai pembayar hutang-hutang mereka.
Komidi canda gaya Tv Sumut ini berdurai 30 menit. Namun kocak dan sangat menghibur.
(erha)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar